Tiga Anak Usaha BUMN Rilis MTN Rp 1,2 Triliun

Farid Firdaus, Kamis, 5 September 2019 | 18:39 WIB

JAKARTA, investor.id – PT HK Realtindo, PT Wijaya Karya Realty, dan PT Adhi Persada Properti menerbitkan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) senilai total Rp 1,22 triliun. Tiga anak usaha BUMN yang bergerak di bisnis properti tersebut menawarkan kupon pada kisaran 10,75-12% per tahun.

HK Realtindo, anak usaha PT Hutama Karya, meluncurkan MTN I seri A senilai Rp 575 miliar dengan tingkat bunga tetap 10,75% per tahun. Surat utang yang memiliki tenor tiga tahun atau jatuh tempo pada 4 September 2022 itu didistribusikan secara elektronik pada 4 September 2019.

“Wali amanat dari aksi ini adalah PT Bank Bukopin Tbk, sementara penata pelaksana penerbitan adalah PT BNI Sekuritas,” ungkap PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dalam laporannya, Kamis (5/9).

Seperti diketahui, tahun ini, HK Realtindo mengandalkan penjualan properti di sejumlah proyek, yakni Apartemen Amethyst Tower-H Residence di Kemayoran, Apartemen Olympic Residence di Sentul, dan proyek rumah tapak (landed house) yaitu H City Sawangan.

Sementara itu, Wijaya Karya Realty yang merupakan anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) merilis MTN IX senilai Rp 545 miliar. Surat utang ini telah didistribusikan pada 28 Agustus lalu dan jatuh tempo pada 28 Agustus 2024. Tingkat suku bunga MTN sebesar 12% per tahun.

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) bertindak sebagai agen pemantau, sedangkan PT Ciptadana Capital bertindak sebagai arranger MTN Wika Realty.

Tahun ini, salah satu strategi bisnis Wika Realty adalah fokus pada pengembangan properti di daerah Jabodetabek, khususnya Jakarta, diantaranya di daerah Cawang, Bintaro, Cikunir, Stasiun Senen, dan Pulomas.

Di samping itu, perseroan juga tetap melakukan pengembangan di kota-kota besar Indonesia lainnya, yaitu Surabaya, Bali, Makassar, Balikpapan, dan yang teranyar adalah proyek residensial di Palembang.

Wika Realty merupakan salah satu anak usaha BUMN yang dipersiapkan melangsungkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) tahun depan. Baru-baru ini, Direktur Wijaya Karya Ade Wahyu menjelaskan, Wika Realty direncanakan akan melepaskan 20-30% saham ke publik dengan target penghimpunan dana sekitar Rp 2 triliun.

Semula, IPO ini ditargetkan dilakukan pada semester I-2019, namun perseroan masih melihat situasi pasar modal sebelum melakukan IPO tersebut. “Kami juga memperhatikan rencana Wika Realty yang akan bergabung dengan holding perumahan,” kata dia.

Lebih lanjut, Adhi Persada Properti yang merupakan anak usaha PT Adhi Karya Tbk (ADHI) meluncurkan MTN V seri B senilai Rp 100 miliar. Surat utang ini telah didistribusikan pada 27 Agustus 2019 dan bakal jatuh tempo pada 20 Februari 2022.

MTN V Adhi Persada Properti memiliki kupon 11,25% per tahun. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi agen pemantau, sedangkan PT BNI Sekuritas menjadi arranger atas penawaran surat utang ini.

Tercatat, Adhi Properti kian agresif dalam mengembangkan hunian tapak di portofolio proyeknya, selain pengembangan hunian vertikal yang sudah berjalan. Saat ini, perseroan sedang menggarap beberapa proyek hunian tapak yang tersebar di wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur. Proyek tersebut antara lain Taman Dhika Sidoarjo Kota, Taman Dhika Batu Tulis  dan yang terakhir adalah The Anggana Village.

Manajemen perseroan percaya bahwa potensi hunian tapak ke depan akan tumbuh stabil, seiring dengan pertumbuhan penduduk. perseroan meyakini konsep hunian tapak yang memiliki halaman, serta status kepemilikannya, akan menjadikan hunian tersebut tetap menjadi pilihan masyarakat.

Sumber : Investor Daily