OJK Berharap IPEX 2018 Akan Mendorong Percepatan Ekonomi

JAKARTA, INAPEX.co.id  – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berharap terpenuhinya kebutuhan rumah bagi masyarakat melalui pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) 2018 bisa mendorong percepatan ekonomi.

Rasa optimis tersebut juga ditambah dengan realisasi banyaknya pembangunan infrastruktur transporasi yang saat ini tengah digalakan pemerintah.

“Dengan sektor perumahan bisa memicu permintaan domestik yang akan terjadinya pergerakkan ekonomi, baik untuk kebutuhan pembangunan maupun pemenuhan barang-barang dalam rumah. Sehingga diharapkan acara ini semakin mendorong pemenuhan rumah dan mengurangi backlog,” ungkap Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, dalam pembukaan acara IPEX di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (22/9/2018).

Acara opening seremoni tersebut, secara resmi oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Lana Winayanti, serta Direktur Utama BTN Maryono.

Dalam kesempatan itu, Direktur Utama BTN Maryono juga berharap mampu menjadi fasilitas penyediaan hunian dalam rangka mewujudkan program pemerintah.

“Dengan adanya pameran ini, maka jadi langkah BTN untuk meningkatkan percepatan 1 juta rumah yang merupakan program pemerintah. Sehingga bukan hanya permintaan, tapi di sisi supply juga kami menyiapkan,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan Maryono, dalam IPEX periode September 2018 ini dapat mencapai target kredit baru yang diproyeksi akan mengalir sebesar Rp 5 triliun, baik dalam bentuk KPR subsidi maupun non subsidi.

Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Lana Winayanti mengakui, perumahan merupakan kebutuhan dasar setiap masyarakat. Oleh karena itu, diharapkan IPEX ini semakin mendorong penyediaan pemenuhan rumah masyarakat.

Menurutnya, untuk memenuhi kebutuhan rumah setiap kalangan masyarakat maka perlu adanya rumah dengan harga yang terjangkau dengan berpenghasilan rendah (MBR). “Meski demikian rumah tersebut juga harus layak huni. Tentu harus tetap dibangun dengan memenuhi standar,” tegasnya.

Ajang promosi proyek properti ini, merupakan pameran yang digelar ke 34 kalinya diselenggarakan ACE memberikan kontribusi penting dalam penyediaan hunian bagi masyarakat.

“Perkembangan property komersial ditahun ini terbilang stagnan. Maka event ini, kami memfasilitasi antara pengembang dengan konsumen agar mampu menggairahkan industri properti berskala nasional,” jelas Vice Presiden Directur PT. Adhouse Clarion Events Igad Permana.

Pameran tertajuk ‘Pesta KPR BTN’ ini, sekaligus untuk membantu kebutuhan hunian sebagai solusi mengatasi backlog penyediaan beragam jenis produk real estate di Indonesia, serta menjadi rangkaian dari kegiatan untuk memperingati Hari Perumahan Nasional.

Penyelenggaraan IPEX periode September 2018 ini, melibatkan 200 peserta developer dan menampilkan 730 proyek properti dengan pilihan harga mulai Rp.197 juta dengan jangka waktu kredit sampai 30 tahun.

Selama pameran berlangsung, Bank BTN juga akan memberikan beragam promosi khusus bagi masyarakat diantaranya seperti suku bunga KPR mulai 6,25%, uang muka 1%, dengan total 169 stand (118 stand komersil & 51 stand FLPP).

Kebijakan pemerintah dalam pembiayaan perumahan masih akan menjadi penentu pasar properti 2018. Harga dan suplai properti, terutama pada sektor residensial, diperkirakan meningkat dengan target pengunjung 350.000 orang. Permintaan pasar akan tetap stabil, terutama pada pasar properti di bawah Rp.1 miliar.

https: //inapex.co.id/ojk-berharap-ipex-2018-akan-mendorong-percepatan-ekonomi/